header image
 

Another blog of…

Mariyam Susana Dewi Darma can be seen here…

NEW BLOG

Bookmark and Share

Your sign

at the time i don’t know what to do

at the moment i feel powerless

just give me Your light

walk with me and purify all my thoughts, my desires, my motivation

don’t let fear control my decision

karlsruhe,

9.08.09

Bookmark and Share

ketika kecewa datang

melemparku ke jurang kecewa yang paling dalam,

tidak ada lagi rasa marah atau menyesal

hanya ada kesedihan

karlsruhe, 15 juli 09

buat kamu, yang telah dengan tak peduli mengecewakanku, hanya tersisa rasa sedih saat ini.

Bookmark and Share

biarkan rehat sejenak…

dan biarkan jiwa menemukan jalannya sendiri…

21 juni 2009

Bookmark and Share

PASRAH….

… pada rasa yang ada

biarkan waktu mempermainkan rasa yang tetap ada padamu, padaku..

meski hanya lirikan lemah dari belakang jendela bis yang membawamu pergi meninggalkanku di halte bis siang itu, kutahu rindu ini masih dan akan tetap ada dalam bentuk yang akan selalu berubah.

seribu cara telah kamu coba untuk megingkari pesonaku di dirimu

seribu cara telah kucoba untuk menyangkal rasaku untukmu:

tak peduli bagaimana kamu berusaha untuk mengabaikanku

tak peduli marahnya aku pada sikap dinginmu

tak peduli berapa banyak protesku atas sikap egoismu (setidaknya mnurutku)

tak peduli betapa beda kita melihat hidup

mungkin ini saatnya kita menerima rasa yang ada tanpa ego akan sebuah pengakuan; tanpa ego yang menuntut sepenggal kalimat ’aku cinta padamu’.

nikmati sajalah sebuah kemungkinan bahwa hati seorang manusia dapat seluas samudra: ada lebih dari satu cinta yang mewarnai perjalanan hidup kita. dalam waktu yang bersamaan.

tak perlu lagi kita lawan rasa yang ada

pertarungan telah usai saat ego telah kita mengerti.

karlsruhe, 25 april 2009

Bookmark and Share

Ya.. pada hidup

Senyum yang terlukis

bukan berarti tak ada sedih, bukan berarti kesempurnaan hidup telah tercapai

senyum ini tidak hanya mencerminkan kebahagiaan belaka

Kadang… senyum ini adalah kepasrahan, ketakberdayaan, ketakmampuan untuk menangis (lagi)

Ceria yang tersirat,

bukan untuk mengingkari sedih, takut, ragu, bingung, resah atau marah

rasa itu ada, bercampur dan (seringkali) berujung pada tanya dalam benak

menyulut sumbu untuk tak menyerah

jadi..senyum yang setia menyertai, keceriaan yang sering kali diperlihatkan..

adalah sebuah pilihan sadar untuk berkata : ” Ya… pada hidup!”

bermuara dari kesadaran ‘itulah hidup’;

dari laku sederhana : menyadari tarikan dan hembusan nafas

 

Karlsruhe, 22nd April 2009

(untuk semua orang yang menyangka kalau saya sedang jatuh cinta pada seseorang, hanya karena saya sering bernyanyi dan banyak tersenyum akhir-akhir ini)

Bookmark and Share

i know everything will be O.K. at the end

i know everything will be over someday

it is just so difficult to live these days

it is so hard to see you there every single moment

it is so hard to even just breath in front of you

this sorrow creates the powerless feeling

this sorrow is deeper than only tears

somehow my emotion, your emotion playing around without our permission

i know i just can’t do anything about it

it is nothing to fight, it just the matter of waiting

it is just to let things happen as they are (as one of our friends said)

i know, i just can only take a deep breath,

hoping that ’someday’ will come soon

after all, mbana loba ndolo! still..

 

Karlsruhe, 9th April 2009

9:57 am

Bookmark and Share

Kata-kata

Kata-katamu telah menampar pipiku.

Tidak…tidak…tidak menjadikanku terpuruk, layu lalu mati

tapi menampar kesadaranku,

menggelorakan semangat untuk bertahan

 

Melihatmu, adalah siksa tersendiri bagiku, lemahkan semangatku

dalam diam kurasakan tatapan mata nan tajam,

mencela apa yang kulakukan sebagai tak bernilai

bagai ombak yang meratakan kembali menara yang kucoba dirikan di tepi pantai kala senja menyapa

tapi ini janjiku : aku akan kembali esok pagi-pagi sekali, kala mentari masih tertidur

akan kubangun lagi menaraku, menunggu senja tiba dan menantang ombak untuk menghancurkannya lagi.

kan kulakukan ritual yang sama berkali-kali sampai ombak mengerti, kalau menaraku dibangun bukan untuk dihancurkan.

maaf, kalau untuk sementara aku ingin berperan sebagai perempuan bisu.

 

(karlsruhe, 13 feb 2009)

Bookmark and Share

IF

(Karlsruhe, 29th January 2009 at 8.40 pm, in the middle of German class)

 

Kasih,

          Pergilah, kalau bersamaku matamu berhenti bersinar

          Pergilah, kalau disampingku senyummu membeku

          Pergilah, kalau keraguan tak jua sirna dari wajahmu

          Pergilah, kalau hadirku terbitkan resah dijiwamu

          Maaf karena ku terlalu lemah tuk cegah apa yang pernah teradi

          Maaf kalau pertemuan kita membuatmu menjadi sosok yang tak pernah sama lagi

          Biarkan kita melangkah, mengambil jalan yang berbeda

          ’tuk bebaskan jiwa kita yang terkungkung; tuk sembuhkan luka yang tak                sengaja tertoreh

          biarkan waktu mencatat, kita masih mengakui eksistensi sebuah nilai, meski kita harus membiarkan rindu ini menguap di udara         

         biarkan waktu mencatat bahwa  sesal yang ada tak kan surutkan langkah kita          untuk terus maju.

Bookmark and Share

301 : A moment of sharing

 

  

 

Since 15 September 2007, the room 301 of Institute for Synchrotron Radiation (ISS) at Forschungszentrum Karlsruhe (FZK) was formally dedicated for PhD student office based on the politic ‘first come first serve’. At that time there were several new PhD students and 4 of them are lucky enough to be part of this room. Here they are:

Edwin Bobga Fothung, the Cameroonian guy whom I ‘baptized’ as ‘the most original’ Russian in the institute thanks to his excellent ability of speaking Russian (according to other russian colleagues). We (Bojan, I and Mexx) encourage him to apply for being the first black 007 agent. If you have chance to be around him, just prepare yourself for his unexpected and surprising (but fresh) jokes or comments. He is a cool guy who can see things in different perspektif. And ehm…never ask about direction to him: you will be more lost! Peace Edwin!!!! By the way, we are waiting good news from you and Tanja. :)  

Bojan Miljevic, is now waiting for his third children. He is our boy scout. If we go with him to the unrecognized area, we never worry about direction because somehow he always finds the way. He is a kind of  ‘walking and living GPS’ for us. So whenever you lost, just give him a call and he will guide you without any charge! He is also my tandem in my PhD thesis.

 I, my self. But I am too shy to describe my self, except that I am Indonesian! J

Xu Feng, the most well and nice dress person amongst us. At the moment she is a visiting scientist in European Synchrotron Radiation Facility (ESRF) at Grenoble, France. She is planned to comeback on June/July this year. Her place is replaced by Markus Riotte.

Markus Riotte or just call him Mexx. He is a really nice, helpful and polite guy. We (BOjan, Edwin, Feng) knew him since he was a diploma student in our institute. At the beginning of our arrival in Karlsruhe, he helped us a little bit to integrate our self with other German students. He invited all of us to his party, to his Erasmus Mundus meeting and so on, including some information about university stuff.

 

Since beginning we met in room 301, we somehow managed to grow the chemistry in such a way so that the atmosphere in this room is quite dynamic. I think it is because each of us had experiences to be in the multi culture environment. Those experiences help us to see the differences as best gifts in life. We have really big tolerance one to another. As for simply example, we have different music preferential (we love to work with music): Bojan with his jazz or Serbian orthodox music; Edwin with his french and Cameroon music, I with more melancholic music, Feng with Chinesse music and so on. And Mexx… I think he just ‘discovered’ his hidden talent to be dj in our room: he started his dj business today with Jimie Hendrix (ehm… lend by Bojan). We also have differences in character, in working rhythm. As for me, in the beginning it was quite difficult to work in this room (may be also for others). By the time pass, everything is O.K. We can distinguish the time for working or relaxing.  

 

Thus, life in 301 is not only about science: it is also about sharing music, sharing food, sharing coffee or tea, sharing both sad and happy stories, sharing information, sharing affection and empathy, sharing worries and so on. For us, room 301 is the place where we learn, share and grow up together both in scientific and personal direction. It doesn’t mean that we never had argued. We do but we discuss and solve it!  

 

Morning in 301 can means discussion about phase retrieval or polycrystalline material or quantum dot or quantum wires or GaN or about Obama or about bio diesel car or capitalism or as simple as “Hallo, how are you?” And the stories go on…  
 
 Karlsruhe, 27th January 2009 at 11.43 pm

 

 

Bookmark and Share